Safiera Dhiya Tsaniya: Anggota DPRD Tangsel Termuda

f-safiera-dhiya-tsaniya-irwansatelitnews

Safirea Dhiya Tsaniya merupakan salah satu anggota DPRD Tangerang Selatan termuda periode 2014-2019. Saat dilantik menjadi anggota DPRD Tangsel, ia masih berumur 22 tahun. Safiera lulusan sarjana hukum Universitas Pelita Harapan juga merupakan keponakan dari Hatta Radjasa, ketua umum Partai Amanat Nasional yang juga calon wakil presiden RI nomor urut 2 yang berpasangan dengan Prabowo di Pilpres 2014.

Tanggal 17 November 2016, saya pergi ke rumah Safiera Dhiya Tsaniya pukul 16:00. Rumah Safiera berada di Pondok Jaya Pamulang, Tangerang Selatan. Sesampainya disana, saya mencari rumah Safiera. Saya melihat-lihat dimana letak rumahnya dengan menggunakan google maps. Disana masing-masing rumah tidak diberi nomor dan blok rumah. Saya menjadi bingung dimana rumah Safiera.

“Permisi Pak. Bapak tahu gak blok FF-1 nomor 56?” tanya saya kepada salah satu bapak yang sedang berjalan di perumahan tersebut.

“Wah saya gak tahu neng. Saya disini kerja jadi supir, jadi gak tahu apa-apa,” ujar bapak itu.

Selanjutnya saya berkeliling dan bertanya kepada salah satu ibu yang sedang menyapu halaman rumahnya.

“Permisi Bu. Selamat sore. Apa ibu tahu blok FF-1 nomor 56?”

“Wah gak tahu tuh neng. Disini mah perumahannya gak ada blok sama nomornya neng. Lagian juga saya orang baru disini,” ujar ibu tersebut.

“Kalau rumah Safiera Dhiya Tsaniya tahu gak bu? Salah satu anggota DPRD Tangsel,” tanya saya lagi.

“Wah saya gak tahu juga neng,” kata ibu tadi.

“Oke deh bu. Terima kasih ya,” ujar saya. Akhirnya saya memutuskan untuk bertanya kepada satpam yang menjaga di pos depan perumahan.

“Permisi Pak. Mau tanya, bapak tahu gak blok FF-1 nomor 56? Saya daritadi sudah keliling gak ketemu rumahnya,” ujarnya saya.

“Wah saya gak tahu neng. Disini perumahannya gak ada blok sama nomornya neng. Saya juga bingung kalo ada orang-orang yang nanya blok sama nomor rumah,” ujar Pak Satpam yang bernama Eko.

“Kalo rumah Safiera Dhiya Tsaniya tahu gak pak? Anggota DPRD Tangsel,” ujar saya lagi.

“Saya gak tahu dek. Lagian buat apa cari rumahnya?” tanya Pak Satpam dengan muka yang kaget.

“Mau ketemu aja pak. Ngobrol-ngobrol gitu. Tapi kalo liat Kak Safiera sering pak?” tanya saya.

“Gak pernah dek. Saya disini aja jarang masuk,” ujar pak satpam. Pak satpam dari gerak-geriknya seperti menghindari saya dan ia langsung masuk k epos satpam untuk tidak ditanya lebih lanjut.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari ke dalam perumahan lagi dengan petunjuk dari google maps. Saya berjalan sesuai arahan google maps dan akhirnya berhenti disalah satu rumah. Rumah tersebut bercat putih dan hitam dengan pagar rumah yang tinggi. Ada taman yang tidak terlalu luas da nada garasi untuk mobil juga tetapi saat itu garasi sedang kosong. Rumah tersebut tingkat dua dan cukup besar dan luas.

Saya mengeluarkan handphone dari tas untuk memfoto rumah tersebut yang kemungkinan adalah rumah Safiera. Saat saya sudah mau foto, satpam tadi, Pak Eko menghampiri saya berkata “Dek mau ngapain foto-foto? Kalo mau foto harus ada surat ijinnya.” Disitu saya bingung kok mau foto aja harus ada surat ijinnya.

“Hah? Cuma foto doang pak buat tugas ini. Masa harus ada suratnya?” tanya saya.

“Iya neng emang harus ada suratnya. Biasa kalo ada orang mau foto harus ada suratnya ijinnya neng. Soalnya ini perumahan gak sembarangan. Neng kalo gak ada perlu lagi mending pergi aja daripada saya laporin,” kata Pak satpam. Akhirnya saya mengalah dan pergi keluar dari perumahan tersebut tanpa mendapat apapun.

Pada tanggal 15 November 2016 saya pergi ke KPUD Tangerang. Sesampainya disana sudah pukul 16.05, saya masuk ke KPUD dan bertemu dengan salah satu ibu petugas disana. Ibu tersebut bertanya “ada perlu neng?” ujarnya. Saya memperkenalkan diri terlebih dahulu. “Saya Yessica Catherine bu dari mahasiswa UMN. Saya kesini untuk keperluan tugas yaitu meminta data LHKPN DPRD Tangsel”.

Ibu tadi bingung untuk apa saya membutuhkan data LHKPN tersebut dan ia menyuruh saya untuk mengkontak orang lain yang bekerja menyimpan data tersebut. Ibu yang berbicara dengan saya adalah Bu Sri Anissa. “Kalau kamu mau datanya hubungi dia saja. Dia yang punya data-data tersebut,” ujar Ibu Anissa. Akhirnya saya pulang karena sudah lewat dari jam kerja kantor dan petugas-petugas disana juga sedang sibuk da nada beebrapa juga yang sudah mau pulang.

Selanjutnya saya beserta dengan teman kelompok follow up KPUD Tangsel da nada juga teman saya follow up DPRD Tangsel. Akhirnya setelah mengkontaknya, teman saya berangkat lagi ke KPUD Tangsel untuk bertemu dan meminta data LHKPN. Teman saya tidak mendapatkan data LHKPNnya karena dikatakan oleh pihak KPUD mereka tidak memiliki datanya.

Pada tanggal 13 Desember 2017 saya mengunjungi ke rumah Safiera untuk bertemu dengannya pada waktu sore hari karena menurut saya disore hari dia sudah ada dirumah. Sewaktu saya kesana saya mengira-ngira dimana rumahnya dan saya bertanya dengan orang-orang disana ternyata dia tidak ada. Dan saya hanya memfoto bagian depan rumahnya.

20170115230304.jpgYessica Catherine-14140110137

Advertisements

One thought on “Safiera Dhiya Tsaniya: Anggota DPRD Tangsel Termuda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s