Wakil Rakyat Ali Nurdin A. Gani

Saat mengunjungi rumah Ali Nurdin A. Gani yang merupakan salah satu anggota DPRD Banten ini terlihat ada mobil yang terparkir di depan rumahnya. Rumah yang bertingkat dua ini sama seperti rumah-rumah sekelilingnya tidak terlihat mewah,

Ketika memasuki rumahnya terlihat ada dua mobil lagi yang terparkir di garasi mobilnya, terdapat pula motor vario matic dan satu motor yang ditutupi sarung motor terparkir di teras rumah. Dari beberapa kendaraan yang ia punya bisa diketahui kira – kira berapa penghasilannya sebagai anggota DPRD Banten. Karena mobil yang ia punya terbilang cukup mewah.

Saat mengobrol dengan beliau lalu menanyakan apakah sudah melaporkan harta kekayaannya ke KPK, beliau menjawab sudah melaporkan tetapi dari jawaban yang diberikan kurang menyakinkan. Karena dilihat dari situs LHKPN sendiri sebagian besar anggota DPRD belum melaporkan harta kekayaannya, sempat juga mencari dengan nama Ali Nurdin A. Gani belum ada update harta kekayaan, yang berarti beliau belum melaporkan harta kekayaannya. Memang dari KPK sendiri tidak ada sanksi khusus bagi pejabat publik yang belum melaporkan LHKPN dan mereka juga tidak bisa memaksa untuk segera melaporkan, tetapi sebagai pejabat publik kewajiban mereka adalah melaporkan harta kekayaan kepada KPK.

Untuk kewajiban melaporkan harta kekayaan ini juga terdapat dalam undang- undang, yang artinya ada aturan tertulis yang menjelaskan bahwa seorang penyelenggara negara harus melaporkan harta kekayaan yang dimiliki ke KPK. Berikut undang-undang yang menjelaskan tentang kewajiban pejabat publik melaporkan harta kekayaannya, undang-undang No 28 Tahun 1999  pasal 5 “ Sebagai penyelenggara negara wajib melaporkan dan mengumumkan kekayaan sebelum dan setelah menjabat “. Penyelenggara Negara yang dimaksud dalam pasal Pasal 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 adalah  pejabat negara yang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan pejabat lain yang memiliki fungsi strategis dalam kaitannya dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang meliputi:

Memang tidak ada sanksi khusus bagi para penyelenggara yang belum melaporkan harta kekayaan, tetapi bagi Penyelenggara Negara yang tidak memenuhi kewajiban LHKPN seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999, maka berdasarkan Pasal 20 undang-undang yang sama akan dikenakan sanksi administratif sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut  jumlah wajib LHKPN per 31 Oktober 2016 sebanyak 307.059. Dari jumlah tersebut yang telah melaporkan LHKPN pada jabatan saat ini sebesar 132.161, sehingga tingkat kepatuhan LHKPN secara nasional sampai dengan tanggal tersebut sebesar 43,04%.

Instansi      Wajib Lapor       Sudah Update           Belum Update       Total Sudah Lapor

Eksekutif       238.290      109.618      46,00%    70.400   29,54%     180.018   75,55%

Legislatif        13.778       1.938          14,07%     2.119    15,38%      4.057      29,45%

Yudikatif        13.229       4.976          37,61%    6.654    50,30%     11.630    87,91%

BUMN/D       27.984        13.691       48,92%     9.067    32,40%     22.758    81,33%

Total              307.059      132.161      43,04%     90.359   29,43%    222.520   72,47%

Nama Ali Nurdin A Gani sempat terseret ke dalam kasus suap Bank Banten bersama anggota DPRD Banten lainnya,tetapi apakah memang benar terlibat atau tidaknya kurang tahu juga.

http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160113124611-12-103981/kpk-bidik-tujuh-anggota-badan-anggaran-dprd-banten/

http://poskotanews.com/2016/01/13/kpk-periksa-delapan-anggota-dprd/

Ketika di tengah-tengah mengobrol dengan belliau sempat meminta izin untuk melihat bagian dalam rumahnya, saat memasuki rumahnya ada satu sisi ruangan yang terdapat foto-foto pak Ali Nurdin dengan istrinya serta foto beliau saat dilantik menjadi anggota DPRD Banten. Lalu setelah itu menuju salah satu kamar yang dipenuhi dengan barang-barang penting beliau, kamarnya pun terlihat tidak terlalu mewah.

 

Dari kamar pun beranjak menuju ruang keluarga sekaligus ruang makan, disana terdapat berbagai koleksi foto pak Ali Nurdin dengan istri serta anak-anaknya.

 

 

Penulis: Arina Novia Puteri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s