Tb. Bayu Murdani, 20 Tahun di Dunia Politik.

Rumah dengan nuansa merah menyambut udara sejuk di sore hari, patung kepala banteng, dan beberapa mobil klasik khas tahun 90-an berjejer di pekarangan rumah, senyum hangat seorang lelaki terlihat menyapa di gazebo teras rumah ini.

Lelaki yang memakai Jaket partai merah bernametag Tb. Bayu Murdani ini terlihat tengah bersantai sembari meminum secangkir teh hangat sambil menunggu petang di teras rumahnya.

s__117268494

Rumah Tb. Bayu Murdani di Panorama Serpong, Pamulang.

s__117268493

Tb. Bayu Murdani merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Kota Tangerang Selatan. Dirinya berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang khas dengan simbol banteng dengan moncong putihnya. Ini yang membuat nuansa rumahnya tidak jauh dari warna merah dan pernak-pernik berunsur banteng.

s__117268499

Patung kepala banteng di teras rumah Tb. Bayu Murdani

Berasal dari keluarga dengan latar belakang politik yang kuat membuat Bayu Murdani terbiasa dengan pembicaraan politik sejak masih muda. Ayahnya merupakan salah satu senior partai politik di masanya. Kesehariannya saat muda juga sudah dikelilingi oleh hal-hal berbau politik mulai dari obrolan dengan keluarga, saudara, pembicaraan di meja makan dan lainnya. Berawal dari sering diajak rapat oleh Ayahnya membuat Bayu terbawa dan termotivasi. Walaupun pada awalnya ia tidak memiliki keinginan untuk masuk ke dunia politik.

“Dulu saya sebenarnya tidak berkeinginan menjadi orang partai politik, saya dulu ingin menjadi ABRI,” ucapnya sambil tertawa renyah.

Ia menceritakan bahwa sebelum masuk ke dunia politik, dirinya sangat berkeinginan untuk menjadi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Akhirnya ia masuk ke sekolah khusus pendidikan ABRI di Bandung, tetapi itu hanya bertahan satu tahun saja karena ia tidak betah. Setelah tidak meneruskan pendidikan ABRI-nya Bayu yang saat itu tinggal di Serang hijrah ke Tangerang. Di sinilah fase awalnya memasuki dunia politik.

Pada tahun 1999, ia terpilih menjadi pengurus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) (sebelum berubah nama menjadi PDIP) di tingkat desa. Tahun demi tahun kariernya di dunia politik semakin berkembang. Terlihat bahwa dunia politik cocok dengan dirinya yang sejak muda senang untuk berorganisasi.

Sedari dulu memang ia suka berorganisasi mulai dari mengikuti organisasi kepemudaan desa, organisasi sekolah, kumpul-kumpul dengan anak muda, membuat klub motor sport, sampai klub futsal.

Setelah lima tahun menjadi pengurus partai tingkat desa ia dipindahkan sebagai pengurus di tingkat Kecamatan. Di tingkat Kecamatan ini Bayu menjabat cukup lama yaitu selama sepuluh tahun. Lalu, ia pun naik ke tingkat Kabupaten Tangerang sebagai Sekjen dan Wakil Ketua Partai. Lalu, setelah dirinya pindah ke Kota Tangerang Selatan ia ditempatkan untuk dijadikan Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Tangerang Selatan sampai sekarang.

Perjalanan kariernya semakin baik dan meningkat. Pada masa jabatan sekarang adalah Kali ke-4 menjadi pimpinan PDIP di Tangerang Selatan dan juga menandakan 20 tahun dirinya terjun di dunia politik.

Saat ini Tb. Bayu Murdani menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan periode 2014-2019, sebelumnya ia merupakan Wakil Ketua DPRD di wilayah Kabupaten Tangerang pada periode sebelumnya (sebelum 2014).

Di usia yang sudah tidak bisa dibilang muda lagi ini dirinya tetap mempunyai semangat juang yang tinggi walaupun memang kejenuhan pasti kadang menghampirinya karena sudah 20 tahun berada di dunia politik.

“Jenuh juga sebetulnya, tapi karena tuntutan pekerjaan, harus ya.. tadi itu harus bersama-sama dengan rakyat, resikonya juga berat jadi harus tetap dilakoni dengan semangat,” ujarnya sambil tersenyum ramah.

Tb. Bayu Murdani juga menceritakan kesibukan dirinya akhir-akhir ini sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan. Ia menjelaskan bahwa saat ini tepatnya di awal tahun 2017 DPRD dan Pemerintah telah membahas dan mengesahkan anggaran untuk tahun 2017, seperti untuk infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan, dan hal lainnya.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan juga dirinya harus memastikan kontrol realisasi fisik bangunan dan turun langsung ke masyarakat untuk mengetahui dan memastikan kebutuhan apa saja yang sangat dibutuhkan untuk masyarakat Kota Tangerang Selatan.

Saat ini dirinya telah memilki dua orang anak, seorang laki-laki dan seorang lagi perempuan. Anak perempuannya yang merupakan anak sulungnya saat ini masih bersekolah di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMK Nusantara, sedangkan anak bungsunya masih bersekolah di Sekolah Menengah Pertama Al-Azhar Pamulang.

Sebelum tinggal di Tangerang Selatan tepatnya di Perumahan Panorama Serpong ia dulu tinggal di daerah Lebak yang mengharuskannya bolak-balik Serang-Tangerang setiap hari. Namun, setelah delapan tahun ini ia telah menetap di Tangerang Selatan (Panorama Serpong) karena lebih dekat dengan kantor dan pekerjaannya di daerah Tangerang Selatan.

Saat ditanya mengenai Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dirinya mengaku bahwa belum melaporkannya ke pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada periode sekarang karena belum selesai menyusun laporannya.

“Saya belum lapor, ya… karena belum selesai laporannya, kan harus detail sekali mengenai harta tanah, mobil, rumah semuanya kan harus ditulis sedetail mungkin. LHKPN-nya baru mau dilaporkan tahun ini,” tuturnya dengan santai.

Ia juga menuturkan bahwa sebelumnya telah melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) terakhir pada tahun 2006 silam, sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel. Dan memang hal itu tercantum di website KPK mengenai LHKPN-nya yang terakhir dilaporkan pada tahun 2006.

Menurut  jumlah wajib LHKPN per 31 Oktober 2016 sebanyak 307.059. Dari jumlah tersebut yang telah melaporkan LHKPN pada jabatan saat ini sebesar 132.161, sehingga tingkat kepatuhan LHKPN secara nasional sampai dengan tanggal tersebut sebesar 43,04%.

Penyelenggara negara legislatif yang wajib LHKPN adalah 13.778 orang. 14,07% dari keseluruhan tersebut sudah melakukan pembaharuan LHKPN pada masa jabatan sekarang, dan 29,5% dari keseluruhan itu belum membaharui LHKPN-nya pada masa jabatan ini. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat 70,57% penyelenggara legislatif yang yang sama sekali belum pernah mengumpulkan LHKPN.

Tb. Bayu Murdani juga bercerita bahwa dirinya pernah dipanggil KPK untuk dimintai keterangan namun tidak bersangkutan dengan korupsi. Selain itu beberapa bulan yang lalu muncul kabar bahwa dirinya dipecat sebagai Ketua DPC PDIP dan Wakil Ketua DPRD Tangsel karena masalah loyalitas, tetapi ternyata pemberitaan tersebut simpang siur karena hanya terjadi kesalahpahaman dan masalah di dalam partai saja tidak sampai terjadi pemecatan.

(link berita: http://satelitnews.co.id/2016/09/16/pdip-pecat-bayu-murdani-dari-ketua-dpc-dan-wakil-ketua-dprd-tangsel-)

Pria penggemar motor Harley Davidson ini juga menuturkan bahwa saat ini dirinya tidak memiliki usaha atau bisnis di luar sebagai Wakil Rakyat. Namun, tahun ini beliau baru merencanakan untuk membuat suatu bisnis atau usaha mengenai otomotif.

Rencana bisnis otomotif ini dilandasi oleh kesukaan sekaligus hobinya di dunia otomotif khususnya mobil klasik, motor Harley Davidson, dan motor sport lainnya. Di rumahnya terdapat beberapa mobil keluaran terbaru (Toyota Fortuner, Toyota Rush, Mazda 2) dan mobil-mobil klasik. Tb. Bayu juga menuturkan bahwa sampai sekarang dirinya masih tergabung dalam klub motor Harley Davidson Indonesia dan komunitas mobil klasik.

s__117268496

Mobil-mobil Klasik milik Tb. Bayu Murdani

Setelah 20 tahun terjun di dunia politik sudah banyak prestasi yang telah dirinya raih. Menurutnya prestasi yang paling ia banggakan adalah saat dulunya ia hanyalah seorang pengurus partai di tingkat desa dan sekarang dapat duduk di kursi Wakil Ketua DPRD Tangerang Selatan dan menjadi Ketua DPC PDIP. Ia juga merupakan satu-satunya ketua partai di Banten yang sudah membangun gedung partainya sendiri.

“Ketua Partai di Banten yang sudah membangun gedung partainya baru om saja di Tangsel, jadi partai punya kantor partai sendiri,” tuturnya sambil tersenyum.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ia memimpin partai PDIP di Tangsel jumlah anggota legislatif PDIP yang sebelumnya hanya empat kursi saja bertambah menjadi sembilan kursi dan terbanyak diantara partai lainnya. Ia juga menambahkan bahwa ikut dalam tim sukses pemilihan calon Walikota Tangsel nomor urut tiga Arsid-Elvier.

Sebagai Wakil Ketua DPRD di Tangsel ia berharap Tangsel dapat semakin maju dan pemerintah dapat terbuka memberikan informasi kepada masyarakat yang sebenar-benarnya serta membantu masyarakat dengan baik mulai dari kesehatan gratis, pendidikan gratis, dan menghilangkan/menghukum oknum-oknum nakal yang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.

“Politik itu adalah seni. Kita tidak mau, malah tiba-tiba menjadi hobi,” tuturnya.

Bayu menjelaskan bahwa salah satu hal yang memotivasi dirinya untuk terjun dan masuk ke dunia politik karena dalam dunia politik terdapat unsur seni.

“Di politik ini jika kita sudah menciptakan sesuatu yang bagus lalu tercapai dan diakui masyarakat, itu menjadi kebanggaan yang tidak bisa dinilai dengan uang, itu juga merupakan salah satu motivasi saya untuk tetap berada di dunia politik,” tambahnya.

Tb. Bayu Murdani juga dikenal oleh banyak tetangganya di perumahan Panorama Serpong sebagai warga yang aktif ikut kegiatan sosial maupun kerja bakti walaupun ia sering sibuk. Dikenal dengan jiwa sosial yang tinggi dan senang berkumpul dengan berbagai kalangan mulai dari orang tua sampai anak muda membuat dirinya dikenal oleh banyak orang. Hal itu mungkin yang tetap mendorong dirinya selalu bersemangat dalam berorganisasi khususnya di tingkat partai sampai sekarang.

s__117268492

Saya (Rizka Aulia) dan Wakil Ketua DPRD Tangsel (Tb. Bayu Murdani).

Oleh : Rizka Aulia Savitri Hidayat (14140110470)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s