Sri Lintang Rosi Aryani

Sri Lintang Rosi Aryani adalah salah satu anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tangerang Selatan. Selama masa jabatannya lima tahun, yaitu 2014-2019, beliau secara khusus membidangi pendidikan dan kesehatan. Ia berasal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.  Perempuan yang lahir di Jakarta, 19 April 1966 ini pernah beberapa kali diberitakan di media mengenai aksi dan tanggapannya mengenai isu-isu tertentu.

sri

Pada tahun 2015, ia memperjuangkan agar guru-guru diniyah di kota Tangerang Selatan mendapat honor dari pemerintah daerah (Pemda). Guru-guru itu sebelumnya mendapat honor dari Pemkab Tangerang. Namun setelah pemkab melepas Tangsel menjadi pemerintahan yang otonom, honor itu tidak dilanjut oleh Pemkot Tangsel. Oleh karena itu, ia memperjuangkan APBD Perubahan 2015.

Ia juga melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah, salah satunya ke Kota Tangerang yang sudah menerapkan peraturan untuk memberi honor kepada guru-guru diniyah, dengan tujuan mempelajari sistem penganggaran honor di sana. Ia tidak hanya memperjuangkan guru-guru diniyah, guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah swasta pun ia perjuangkan agar mereka mendapatkan honor dari Pemkot Tangsel.

Awal tahun 2016, Sri Lintang juga mendesak Pemerintah Kota Tangsel untuk memperioritaskan usulan warga agar bisa direalisasikan melalui penyusunan rencana kerja pemerintah daerah karena menurutnya, apa yang diusulkan warga itu menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia memberi perhatian pada sarana dan prasarana publik, seperti mengusulkan kembali perbaikan sarana toilet di SMP Negeri 11 Kota Tangsel yang pernah diusulkan tahun lalu agar segera direalisasikan dan juga mengusulkan Pemkot Tangerang untuk lebih ketat dalam menyeleksi kontraktor yang akan ditunjuk menjadi rekanan dalam pembangunan infrastruktur.

Pada Juni 2016, perempuan bergelar sarjana Psikologi ini juga memberi tanggapan mengenai larangan menjual rokok. Menurutnya, larangan menjual, mengiklankan, dan memasang reklame rokok di pasar modern seperti swalayan dan supermarket, itu selaras dan mendukung Undang-undang Nomor 32 Tahun 2010 tentang Kesehatan.  Ia berpendapat Racangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok(Raperda KTR) harus segera diketok palu. Perda KTR tidak melarang orang merokok atau jualan rokok, tapi mengaturnya agar tertib dan orang yang tidak merokok terlindungi hak-haknya.

sriiii

Saat ini diketahui ia bertempat tinggal di Jl. Jambu 1 No.23b RT.01/11 Pisangan, Ciputat Timur. Pada Sabtu, 17 Desember 2016 lalu, saya mengunjungi rumah Sri Lintang dengan maksud mengerjakan tugas UAS matakuliah Indepth Reporting. Saat itu, alamat tempat tinggal beliau merupakan satu-satunya informasi kontak beliau yang saya miliki. Jadi saya memutuskan untuk mencari rumahnya. Dengan ditemani ayah saya, kami naik mobil dari Ruko Newton (tempat kost saya) ke Jalan Jambu. Kami mulai jalan dari pukul 11.00 WIB. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar satu setengah jam. Sesampainya di sana, kami mencari rumahnya. Tidak begitu sulit untuk menemukan rumahnya karena Sri Lintang cukup dikenal oleh para tetangganya. Akhirnya, saya berhasil menemukan rumah Sri Lintang. Rumahnya juga merupakan sekolah TK&KB yang bernama Mentari Islamic Preschool.

img_20161217_130558

img_20161217_130610

 

mentari

Sesaat setelah saya mengetuk pagar rumahnya, seorang laki-laki yang tampak berusia 20-an keluar dan menghampiri saya. Kira-kira begini percakapan kami :

Saya : “Selamat siang kak. Apakah benar ini rumah Ibu Sri Lintang?”

Dia : “Iya. Ada perlu apa ya?”

Saya : “Oh, saya Stella dari Universitas Multimedia Nusantara. Saya dapat tugas kuliah untuk mewawancarai Ibu Sri Lintang sebagai anggota DPRD Tangerang Selatan. Apakah saya bisa bertemu dengan Ibu Sri?”

Dia : “Oh, Ibu Sri nya lagi di luar.”

Saya : “Ooh, gitu.. Kira-kira jam berapa ya kak pulangnya?”

Dia : “Hmm.. Mungkin sekitar jam 3 atau 4 gitu. Sore sih kayaknya.”

Saya : “Ooh.. boleh saya minta nomer HP nya Ibu Sri, kak?”

Dia : “081514300200”

Saya : *mencatat di HP saya* “Ini sudah bener ya, kak?”

Dia : “Iya.”

Saya : “Terima kasih, kak. Oh ya, kakak dengan siapa namanya?”

Dia : *sebut namanya, tapi saya lupa siapa..*

Saya : “Kakak dengan siapanya Ibu Sri, ya?”

Dia : “Anaknya.”

Saya : “Ooh, anaknya.. Oke kak ****, terima kasih ya. Oh ya, boleh saya minta nomer kakak juga?”

Dia : “Langsung ke Ibu aja. Coba hubungi aja dulu.”

Saya : “Oh gitu ya. Oke kak, terima kasih ya kak.”

***

screenshot_20170114-224948

screenshot_20170114-224955

 

 

 

 

 

 

 

Setelah menyimpan nomer HP Ibu Sri, saya mencoba meneleponnya. Nadanya nyambung, namun tidak ada jawaban. Saya mencoba chat beliau di Whatsapp. Beliau tidak membacanya. Saya telepon lagi, tetap tidak ada jawaban. Akhirnya saya dan ayah saya menunggu jawaban sekitar 1,5 jam, hingga pukul 14.45 WIB. Chat saya sudah di read, namun masih tidak ada jawaban meskipun saya sudah meleponnya lagi. Karena ayah saya juga ada keperluan di Jakarta, akhirnya kami pulang ke kost saya.

Semenjak hari itu, saya belum menghubungi Ibu Sri lagi karena beberapa alasan. Saya tidak ada kesempatan untuk ke sana lagi karena tempatnya cukup jauh (kurang lebih 23,6 kilometer dari kost saya), saya tidak punya kendaraan pribadi yang dapat digunakan untuk ke sana, harga taksi online (uber, gocar, grabcar) relatif terlalu mahal untuk saya, yaitu sekitar 180-250 ribu Rupiah untuk pulang-pergi ke sana pada jam siang/sore, dan jalanan di daerah sana cukup berliku-liku dan sangat asing bagi saya sehingga ayah saya pun tidak mengizinkan saya ke sana sendirian.

Awalnya saya cukup optimis saat memilih Ibu Sri Lintang Rosi Aryani sebagai narasumber saya dalam tugas ini karena melihat banyaknya berita-berita positif tentang beliau di media online. Saya berniat menanyakan beliau secara langsung perihal LHKPN beliau yang belum ada di website acch.kpk.go.id . Namun, melihat beliau yang tidak merespon saya sama sekali, sejujurnya saya merasa agak kecewa. Harapan saya bahwa beliau adalah orang yang terbuka pada masyarakat ternyata tidak saya lihat. Saya di sini tidak bermaksud memberi gambaran buruk tentang beliau, melainkan memaparkan penilaian saya atas peristiwa yang saya alami. Tulisan di atas ini adalah pandangan saya pribadi berdasarkan pengalaman saya. Untuk itu, saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tersinggung. Saya menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar tulisan-tulisan saya di masa mendatang lebih baik lagi. Terima kasih.

 

Ditulis oleh : Stella Hardy – 14140110139

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s