Profil Ir. Suryadi Hendarman

Halaman rumah yang sederhana namun di depan rumah tersebut terdapat sebuah pintu kayu yang menyerupai tempat tinggal seorang bagsawan dari Jawa. Kira – kira begitulah tampak depan kediaman dari salah satu anggota DPRD Banten, Ir. Suryadi Hendarman atau yang kerap disapa Suryadi. Pria asal Balikpapan ini dikenal sebagai Dewan yang ramah oleh warga di sekitarnya, karena dikenal sering bekerja bakti di waktu senggang.

Saya sempat berkunjung ke kediamannya beberapa kali, tetapi ia jarang berada di rumah. Hingga pada tanggal 14 Januari 2017, saya berhasil bertemu dan berbincang dengannya. Di depan rumahnya terparkir empat buah mobil yang bisa dikatakan mewah, empat mobil itu yakni, Jeep Rubicon, Toyota Fortuner, Mazda CX-5 dan BMW 330i yang ditutupi oleh kain agar tidak kotor ataupun terkena hujan. Suryadi mengatakan bahwa harga keempat mobil itu dapat membeli dua buah rumah yang sama persis ia tempati saat ini. “Total harga mobil di depan itu kisaran 3 milyar.” tukasnya.

Terkejut, saya sontak bertanya apa ada kesibukan lain yang dikerjakan oleh anggota dewan yang berketurunan Tionghoa itu. Sembari menjelaskan kepada saya, ia juga bercerita mengenai pengalaman – pengalamannya ketika sebelum hingga menjadi anggota dewan dan ternyata ia memiliki dua buah pabrik kimia yang berlokasi di Surabaya dan Solo. Tiap pabrik memiliki karyawan aktif sekitar 400 hingga 500 pekerja. Tidak hanya itu, ia memiliki dua rumah lagi selain yang berlokasi di Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang Selatan. Ia mempunyai satu rumah di perumahan Giri Loka 1 dan satu lagi di kawasan Taman Golf. Akan tetapi, ia lebih memilih tinggal di Melati Mas dengan alasan keluarganya lebih nyaman tinggal disitu.

            Menurutnya, anggota dewan yang baik juga harus dan wajib hukumnya berpendidikan minimal Sarjana atau kita lebih mengenalnya dengan S1. “Kalau dewan cuman berpendidikan SMA, ya bisa – bisa rakyatnya yang lebih pintar. Kan dewan itu wakil rakyat sekaligus memimpin rakyat itu, jadi harus punya pola pikir yang tertata.”

            Setelah itu, saya juga menanyakan mengenai Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). Menurut anggota dewan kelahiran 9 September 49 tahun yang lalu itu, peraturan yang terdapat di UU No. 28 Tahun 1999  pasal 5 mengenai penyelenggara negara wajib melaporkan dan mengumumkan kekayaan sebelum dan setelah menjabat. Menurutnya, anggota dewan yang masih berada di tingkat DPRD tidak wajib melaporkan LHKPN, terkecuali jika anggota dewan tersebut sudah di tingkat Pejabat Negara seperti DPR RI, Gubernur, Wali Kota dan lain sebagainya.

“Tidak wajib bukan berarti tidak boleh mealporkan, tetap boleh tetapi saya terkadang bingung, karena kita sebagai anggota DPRD kan belum termasuk Pejabat Negara ataupun Publik, tetapi malah disuruh melapor, itu kan berarti kita malah melanggar peraturan, karena yang diwajibkan itu kan Pejabat Negara.” imbuh Suryadi.

“Kalau pada saat di KPU kan itu memang wajib mengisi form mengenai harta kekayaan, itu tidak masalah kalau kita isi, tetapi untuk LHKPN itu beda persoalan.”

Menurut  jumlah wajib LHKPN per 31 Oktober 2016 sebanyak 307.059. Dari jumlah tersebut yang telah melaporkan LHKPN pada jabatan saat ini sebesar 132.161, sehingga tingkat kepatuhan LHKPN secara nasional sampai dengan tanggal tersebut sebesar 43,04%.

S  u  d a  h    L  a  p  o  r    L  H  K  P  N  
 No Instansi  Wajib Lapor Sudah Update pada Jabatan saat ini Belum Update pada Jabatan saat ini Total Sudah Lapor Belum Pernah
Lapor LHKPN
1 Eksekutif 238.290 109.618 46,00% 70.400 29,54% 180.018 75,55% 58.292 24,46%
2 Legislatif 13.778 1.938 14,07% 2.119 15,38% 4.057 29,45% 9.723 70,57%
3 Yudikatif 13.229 4.976 37,61% 6.654 50,30% 11.630 87,91% 1.599 12,09%
4 BUMN/BUMD 27.984 13.691 48,92% 9.067 32,40% 22.758 81,33% 5.244 18,74%
Total 307.059 132.161 43,04% 90.359 29,43% 222.520 72,47% 84.581 27,55%

Tampak dalam rumah Suryadi sendiri terlihat tidak terlalu mewah, tetapi ia menyebutkan bahwa Kasur yang ia gunakan untuk beristirahat bernilai sekitar 140 juta rupiah, harga hampir menyerupai harga sebuah satu buah mobil keluarga.

Selain itu, handphone yang ia gunakan tidak semewah anggota dewan lainnya yang menggunakan ponsel pintar yang canggih, ia hanya menggunakan dua buah handphone merk Blackberry yang kini merk tersebut sebetulnya kalah saing.

Penulis: Abram Christian Manafe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s