Muda Berkarya untuk Masyarakat

          Menjadi manusia yang diberikan amanat oleh rakyat menjadi tanggung jawab yang besar dan bukan main-main. Dipilih rakyat berarti, menjadi wakil rakyat. Dan menjadi wakil rakyat berarti harus melayani rakyat. Anggota DPRD( Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) menjadi salah satu cara melayani masyarakat. Ahmad Syawqi, S.Ds, dirinya adalah sosok pemuda yang berani berkarya untuk masyarakat. Pria kelahiran Jakarta 1986 ini masuk kedalam dunia politik dalam partai Gerakan Indonesia Raya(GERINDRA) . Selain berkarya untuk masyarakat, Ahmad Syawqi juga menjalani dunia bisnis yang sudah dia jalani sejak lulus kuliah dan hal ini menjadi pertanyaan bagi sebagian kalangan berapa penghasilan yang dirinya dapat karena menjalani dua pekerjaan sebagai anggota DPRD dan dunia bisnis.

           Pria kelahiran Jakarta ini merupakan anggota Komisi 1 DPRD Tangerang Selatan dan menurut data yang tercantum dirinya tinggal di jln. Pondok Cabe VI no 9A RT 03/01 Pamulang Tangerang Selatan. Tetapi saat di wawancara dengan memegang telepon gengam iphone 5 dan membuka rokok mild di kawasan Bumi Serpong Damai tepatnya di Alam Sutra Flavor Bliss ia mengaku mempunyai tempat tinggal di The Green BSD tetapi alamat tepatnya tidak diungkapkan.

     Tidak hanya menjadi anggota DPRD, seperti yang sudah disampaikan ia juga mempunyai 2 perusahaan swasta yang berada di daerah Bumi Serpong Damai dan daerah Jakarta. Dirinya memiliki 2 kantor swasta yang bergerak di bidang jasa yaitu advertising. Ia mengatakan pada dasarnya ia adalah seorang pengusaha dan mencoba peruntungan di dunia politik dan untungnya kepilih. Ia memiliki 2 kantor yang sama-sama bergerak di bidang advertising, tetapi menurut peraturan Undang-undang no 8 tahun 2012 Bab VII bagian ke satu  pasal 51 no 1 I tentang Persyaratan Bakal Calon Anggota DPR, DPRD, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten/ kota berbunyi “bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat/pengacara, notaris, pejabat pembuat akta tanah(PPAT) atau tidak melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan Negara serta pekerjaan lain yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dengan tugas, wewenang, dan hak sebagai anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan “ tetapi Ahmad Syawqi memiliki bisnis di bidang jasa yaitu advertising. Hal ini juga menjadi pertanyaan, dirinya adalah anggota DPRD Tangerang Selatan tetapi ia juga seorang pengusaha yang bergerak dibidang jasa dimana dalam peraturan tidak diijinkan .

      Disisi lain, Ahmad Syawqi adalah lulusan S-1 Universitas Trisakti jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), dirinya lebih senang sebagai pengusaha. Karena sebagai pengusaha tidak ada kepentingan sosial. Dirinya membuat perumpamaan, jika pengusaha memiliki duit 300 miliar maka dan membeli mobil 1 miliar maka itu adalah duit sendiri dan masyarakat akan menganggap itu duit sebagai pengusaha, tetapi jika memiliki pekerjaan yang double maka masyarakat akan lebih curiga dan sensitive.

        Ahmad Syawqi mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada umur 28, tergolong muda untuk menjalani amanat masyarakat. Tetapi dirinya yakin pindah dari seorang pengusaha menjadi anggota DPRD karena ia mengganggap ini adalah interest yang dia pikirkan saat ini ia memiliki keinginan nantinya melanjutkan dunia politiknya sebagai anggota  dewan kembali, entah di Tangerang Selatan atau di Provinsi tergantung partai menurut Ahmad Syawqi.

         Menjadi salah satu anggota DPRD termuda Ahmad Syawqi juga menjabat sebagai ketua fraksi partai GERINDRA selain itu dia juga adalah kentu Komite Nasional Pemuda Indonesia. Dia terpilih dalam Musda yang diselengarakan terakhir. Menjadi ketua fraksi di DPRD Tangerang Selatan dan menjadi ketua KNPI dan memiliki bisnis yang cukup besar membuat dirinya pusing akan hal LHKPN( Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara). Dirinya mengaku membuat LHKPN bahkan hingga 4 kali pertahunnya. Dirinya membuat secara detail dalam laporan LHKPN hingga gaji menjadi anggota DPRD juga dicantumkan. Dan LHKPN adalah syarat untuk menjadi anggota DPRD, dirinya mengaku sudah membuat LHKPN tetapi hingga saat ini  jika dilihat website KPK bagain LHKPN nama Ahmad Syawi belum tercantum LHKPN bahkan hampir seluruh anggota DPRD TangSel belum ada. Menurut Syawqi, LHKPN belum ada karena terlalu sulit dan rumit untuk mengurusnya dan menurut dirinya jika semua daerah sudah menjalankan keterbukaan publik maka LHKPN anggota di daerah bisa dilihat sayangnya Tangerang Selatan belum menjalankan menurut dirinya. Tetapi menurut undang-undang yang membahas tentang LHKPN yaitu  undang-undang nomor 28 Tahun 1999 tantang Penyelengara Negara Yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, LHKPN menjadi wajib bagi penyelenggara Negara jika tidak memenuhi kewajiban makan akan dikenakan sanksi administratif sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

           Harta dan apa saja yang dirinya punya belum diketahui secara jelas, karena pada saat wawancara dirinya meminta untuk bertemu diluar saja. Dan sekarang Ahmad Syawqi juga tinggal di daerah The Green BSD dan di daerah pondok cabe, dimana rumah yang di daerah pondok cabe adalah rumah orang tua.

Oleh : Laurentius Aditya Bhagas Wicaksono/14140110224

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s