Baihaqi Djamasan, Anggota DPRD Tangsel

Dimana nomor rumahnya? Saya dan rekan saya, Rafael Ryandika memasuki cluster bertuliskan Anggrek Loka di daerah Graha Raya Bintaro. Kami berkeliling seraya melihat dengan teliti nomor rumah yang tertempel di tembok rumah depan. Kami tidak menemukannya. Akhirnya, kami bertanya dengan sekelompok orang yang sedang mengaduk semen di depan sebuah rumah yang masih dibangun. Ditunjukkan arah rumahnya. Memang benar tidak ada nomor rumahnya. Memang, orang-orang sekitar sudah mengetahui, kalau rumah itu adalah rumah anggota DPRD Tangerang Selatan, Baihaqi. Mobil yaris putih yang terparkir rapih di garasi depan pintu rumahnya, pagar rumahnya yang bergaris-garis besar dengan berjarak luas sehingga kita mampu melihat ambang pintu rumahnya, terdapat lima set bangku dan meja persegi panjang dan yang paling utama, tidak ada nomor rumahnya sehingga rumahnya sulit untuk dicari. Kami hanya melihat rumah itu dari seberang rumah Baihaqi, kami mulai memotret rumah tersebut secara diam-diam. Kemudian, wanita sekitar umur 50an, berhijab dan mengenakan baju warna hijau panjang menghampiri pagar rumah seraya menyapu. Saya dan Rafael menghampiri wanita yang ada di rumah Baihaqi itu. Ternyata ia adalah Bu Ani, istri dari Baihaqi. Bu Ani terlihat baik, terlihat saat kami menghampiri dan menjawab pertanyaan kami tentang Pak Baihaqi, padahal kami terlihat mengumpat-ngumpat layaknya penjahat.

“Pak Baihaqi baru saja pergi ke rapat Paripurna,” Bu Ani memberitahu kami tentang Pak Baihaqi

“Kalau mau besok pagi saja, biasanya bapak olahraga,” lanjut Bu Ani.

Sabtu (20/11), Rumah Baihaqi tidak sepi, terlihat terdapat tiga orang diteras rumahnya sedang duduk santai, dan terparkirlah pajero hitam di depan rumahnya.

“Loh, yaris putih kemana?,” Tanya saya sendiri.

Dengan rasa percaya diri saya dan Rafael masuk ke rumahnya. Baihaqi sepintas terlihat seperti orang yang santai dan ramah meski sedang menerima tamu (ada orang lain sebelum kami yang datang, dan ternyata beliau adalah lurah), beliau mengenakan pakaian santai, kemudian karena mengetahui kami ingin mewawancarai beliau, ia mengganti bajunya. Tamu Baihaqi yang disebut lurah itu duduk di sebelah kiri, laki-laki dengan tampang kurang lebih 30-an tahun, memakai kaos dan celana panjang, dengan model gaya rambut terbelah dua. Orang ketiga, laki-laki dengan memakai kaos putih yang kebesaran serta celana pendek yang santai. Kamipun mengucapkan salam seraya mencari Baihaqi. Ternyata Baihaqi adalah laki-laki yang duduk menghadap pagar. Setiap pagi, sekitar pukul 8 pagi, Baihaqi lari pagi disekitar komplek Aggrek Loka. Saat itu, kami berkenalan dan menjelaskan maksud dan tujuan kami datang yang ingin menemui Pak Baihaqi.

Diambil lah 1 batang rokok oleh Pak Baihaqi kemudian dihisaplah rokok itu seraya menjawab pertanyaan kami. Kami hanya menanyakan pertanyaan dasar seperti syarat-syarat untuk menjadi anggota DPRD, kemudian juga syarat-syarat setelah terpilihnya menjadi DPRD. Ia merupakan seorang yang mudah bercerita (awalnya). Ketika kami bertanya mengenai bagaimana cara untuk mendaftarkan diri sebagai calon penyelenggara Negara, beliau dengan sangat terbuka menjelaskan bagaimana cara mencalonkan dirinya. Seraya Baihaqi bercerita saya menulis disebuah notebook untuk menyimpan jawaban beliau sebagai dokumen.

Seorang perokok berat (rokok mild), Sepengelihatan saya, setidaknya 4 batang rokok telah habis tanpa jeda sambil dihirup kopi hitam yang telah disiapkan berawal kami datang. Selama kami disana, kurang lebih kami wawancara sekitar 30 menit. Ketika kami datang, terdapat 1 orang lagi selain seorang lurah, yang sedang bercengkrama dengan beliau. Dari penampilannya, ia terlihat seperti seorang tukang kebun. Ketika kami datang, beliau mulai menjauh dari teras depan Baihaqi.

Setelah terjawab sudah pertanyaan kami mengenai syarat-syarat mencalonkan diri untuk menjadi DPRD dan syarat setelah menjadi DPRD. Saya langsung membahas tentang LHKPN. Saat ditanya mengenai LHKPN, beliau tampak mulai ragu dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Menyangkut soal LHKPN, beliau berkata bahwa LHKPN diminta setelah dirinya resmi menjabat sebagai penyelenggara Negara, bukan sebagai syarat untuk mencalonkan diri sebagai anggota DPRD. Kemudian, beliau juga berkata bahwa LHKPN para anggota DPRD Tangsel baru diminta pada 2016 awal kemarin. Namun sebelumnya, beliau berkata bahwa data LHKPN DRPD Tangsel sudah dikumpulkan pada akhir tahun 2015. Terlihat ketidak konsistenan pada kalimat Baihaqi menyangkut data ini. Kemudian, saya megajukan pertanyaan,

“Apakah LHKPN itu bersifat dirahasiakan atau dipublikasikan?,”

“Ya, kalau dibilang rahasia yang engga juga, tapi kalau dibilang dipublikasikan yang engga juga,” Baihaqi menjawab.

Beliau mengatakan bahwa LHKPN sejatinya bersifat umum, tapi rahasia juga. Bersifat umum artinya boleh diketahui khalayak umum, tapi rahasia artinya tergantung siapa yang meminta, tidak boleh sembarang orang. Lebih lanjut, ketika kita bertanya apakah kami bisa memperoleh data LHKPN dari beliau, dirinya mengatakan bahwa ia tidak bisa memberikan data tersebut, meski dirinya memiliki salinan form yang diberikan oleh KPK menyangkut data LHKPN tersebut. Mungkin kami bisa memperoleh data LHPKN tersebut namun, kami harus meminta ke pihak yang lebih berwenang dalam memberikan data LHKPN itu. Setelah terjawab sudah tujuan kami datang ke rumah Baihaqi, akhirnya kami pulang. Sebelum kami pulang kami meminta foto bareng sebagai kenang-kenangan. Saya berikanlah handphone saya ke Lurah itu, dan pengabidkan momen itu.

Kami mencoba untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai kerjaan sampingan yang beliau miliki selain menjadi anggota DPRD. Kami sudah mencarinya di google dan berbagai artikel mengenai dirinya, namun tidak dapat ditemukan hingga sekarang.

Dibuat Oleh : Eka Piti Mudita

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s