Andika Hazrumy: Pewaris Dinasti Banten

Bahagianya terlahir di keluarga yang sangat makmur. Hidup seperti pangeran yang tinggal disebuah kastil besar, bersama sang raja dan ratu yang menguasai sebuah wilayah selama bertahun-tahun secara turun temurun. Pada akhirnya tahta itu akan turun juga kepada sang pangeran.

Andika Hazrumy merupakan anak pertama dari mantan gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Kakek dari Andika adalah seorang yang menjadi jawara Banten yaitu Tubagus Chasan Sochib. Ia pernah menjabat sebagai gubernur Banten sebelum menyerahkan jabatannya kepada anaknya, Ratu Atut. Kini Andika ingin meneruskan perjuangan keluarganya untuk menguasai Banten dengan maju ke pemilihan gubernur 2017.

Andika lahir di Bandung, Jawa Barat, 16 Desember 1985. Pada usianya yang muda (15 tahun), ia sudah di titahkan menjadi Direktur Utama PT. Andika Pradana Utama. Saat ini, ia menjadi komisaris utama perusahaan milik keluarga “Dinasti Banten”, PT. Pelayaran Sinar Ciomas Pratama dan PT. Ratu Bidakara Hotel. Andika Hazrumy juga merupakan koordinator dari TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Banten, yang dalam laporan BPK tahun 2012, mengatakan menerima dana aliran hibah Banten yang dilakukan oleh ibunya sendiri, sehingga menempatkannya pada dugaan korupsi.

Mengapa keluarga ini disebut sebagai Kerajaan (Dinasti) Banten? Kakeknya, Chasan Sochib merupakan seorang tycoon Banten yang menguasai bisnis-bisnis kilang uang. Selain menguasai bidang konstruksi yang diajukan oleh pemerintah, Chasan juga menguasai sejumlah organisasi bisnis seperti Kamar Dagang dan Industri Daerah Banten, Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia Banten, dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional Indonesia Banten. Ibunya, Ratu Atut, ibunya, mencapai puncak politiknya ketika berhasil menduduki jabatan Gubernur Provisi Banten periode 2007-2012 dan 2012-2017, juga belum bisnis-bisnis besar yang dimilikinya. Istrinya, Ade Rossi Khoerunisa adalah seorang anggota DPRD kota Serang di tahun 2009-2014. Adiknya, Ratu Tatu Chasanah menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Serang tahun 2010-2015. Sedangkan Tubagus Chaeri Wardana (Wawan) merupakan seorang Pengusaha dan ketua AMPG Banten. Istrinya, Airin Rachmi Diany menjabat sebagai Walikota Tangerang Selatan periode 2011-2016. Wawan sendiri diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan KPK masih menyelidiki pihak-pihak yang diduga turut menikmati hasilnya, salah satunya Andika. Andika juga menjadi incaran KPK karena memiliki indikasi jika uang yang diberikan oleh sang Ibu dalam bentuk materi yang dimilikinya sekarang juga berasal dari uang korupsi. Dari daftar panjang keluarga ini dan jabatan mereka, dapat dilihat bahwa Dinasti Modern Banten memang ada, namun sedikit yang memberi perhatian terhadapnya.

Hampir semua harta tak bergerak yang dimiliki oleh Andika berada di daerah Serang. Ia memiliki 25 aset properti yang tersebar di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang dan Kota Serang. Alamat rumahnya yang ada di mesin pencari google pun menunjukan kalau rumahnya berada di Kota Serang, mengutip dari situs wikidpr.org, alamat Andika disebutkan terletak di Jalan Bhayangkara No. 51, Cipocok Jaya, Serang, Banten. Namun ketika didatangi pada 21 November 2016, sekitar pukul 1 siang, penjaga rumah tersebut mengatakan kalau bangunan tersebut bukanlah rumah milik Andika, melainkan rumah milik ibunya.

Kami terkejut ketika menemukan sebuah rumah megah dan mewah di kota Serang, padahal akses menuju lokasi cukup sempit, dan banyak jalanan dalam perbaikan, maupun sedang diperbaiki. Belum lagi, mengapit rumah mewah itu hanyalah barisan rumah-rumah yang nampak sangat inferior dibandingkan dengannya. Para penjaga di rumah itu mengatakan kalau rumah Andika berada di daerah Karawaci. Kami juga mendapat informasi kalau Andika memiliki rumah di daerah BSD dan para penjaga di rumah tersebut memberi konfirmasi akan kebenaran informasi yang kami dapat. Namun, para penjaga rumah tidak bisa memberikan banyak rincian tentang lokasi tepat rumah BSD Andika. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang di keluarkan oleh KPK, Andika memang memiliki tanah dan bangunan di kota Serang. Namun tidak ada alamat pasti yang menunjukan dimana letak properti itu berada. Saat ditemui pada 29 November 2016, KPK memberi keterangan bahwa oleh karena alasan privasi, hal tersebut harus dirahasiakan. Rumah yang luas itu terlihat memiliki boulevard kecil tempat mobil berputar, yang mengarah ke lahan belakang rumah. Memang sudah bukan rahasia lagi, Atut dan anak-anaknya memang memiliki kegemaran tersendiri terhadap mobil-mobil mewah, sampai-sampai KPK perlu memeriksa 26 mobil mewah milik Andika sebagai pengusutan dugaan pencucian uang oleh Atut, 2014 yang lalu.

Dari data LHKPN milik Andika Hazrumy yang di serahkan ke KPK pada 1 Desember 2009 dan telah dimasukan ke berita negara pada 26 Maret 2010 menyatakan kalau total harta kekayaan yang dimiliki Andika sebesar Rp. 19.698.171.940. Angka yang cukup fantastis untuk seseorang yang  masih berumur 24 tahun pada saat itu. Pada akhir 2016 lalu, KPUD Banten merilis LHKPN para paslon Pilgub 2017. Andika memiliki harta sebesar Rp. 20.744.339.190. Keluarga Andika dikenal memiliki usaha konstruksi yang sangat terkenal di Banten.

Asumsinya bila berkas LHKPN sudah diterbitkan maka pelapor sudah dinyatakan bersih dari tindak korupsi, kolusi dan nepotisme. Namun berdasar temuan di lapangan belakangan ini, pada tahun 2010 ada kejanggalan dalam sebuah dokumen yang kemudian dilaporkan oleh BPK. Kasus ini disebut-sebut sebagai Korupsi Dana Hibah Banten. Nama Andika pun tercantum dalam kasus ini. Ia diduga menerima uang sebanyak Rp. 3,8 Miliar. Secara tiba-tiba penyidikan kasus Korupsi Dana Hibah Banten dihentikan tanpa alasan yang konkrit.

Kini Andika sedang berjuang untuk kembali merebut hati penduduk Banten. Setelah banyaknya kasus korupsi yang dilakukan oleh keluarganya terkuak. Bisakah Andika mempertahankan tahta keluarganya? Ataukah dinasti yang selama ini sudah dibangun akan runtuh?

Berikut peta kediaman Andika yang masih simpang-siur, karena klarifikasi penjaga rumah, bahwa rumah ini sebenarnya kediaman Ratu Atut.;

link acuan:

https://chirpstory.com/li/342901

https://m.tempo.co/read/news/2013/10/07/063519657/silsilah-dinasti-banten-abah-chasan-dan-para-istri/1

Ditulis oleh:

  • Iin Rina 14140110178
  • Kezia 14140110199

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s