Tuti Elfita, DPRD Banten 2 Periode

1479784056257

Tuti Elfita

Kali ini saya mempunyai tugas untuk mengunjungi ke rumah salah satu anggota DPRD provinsi Banten. Hari itu tepat di hari minggu sekitar pukul 18.00 saya ingin mendatangi sebuah rumah Ibu Tuti Elfita, perjalanan dari rumah saya mempunyai waktu tempuh 20 menit hingga sampai ke perumahan Beliau. Untuk sampai ke rumah beliau saya harus mencari alamat yang sudah saya siapkan. Sesekali saya bertanya kepada satpam dan kedua bertanya kepada bapak-bapak yang sedang duduk santai dibawah pohon rindang. Akhirnya saya pun mendapatkan rumahnya, rumah yang sangat sangat sederhana dan di luar dugaan saya. Pikir saya rumah seorang anggota DPRD itu selalu besar dan mewah. Akan tetapi, tidak dengan rumah yang satu ini.  Rumah yang terlihat dengan ukuran sedang dan lahan parkir yang cukup untuk 2 mobil, tanpa memastikan kembali benar atau tidak rumahnya saya pun mencoba untuk memasukinya. Dengan pintu gerbang berwarna hitam yang tak terkunci dan dua mobil berwarna bermerek Kijang Inova dan Chevrolet.

Niat saya pun coba masuk dan mengetuk pintu dalam. Dengan mengucapkan permisi akhirnya seeorang ibu-ibu keluar menghampiri saya. Ia bertanya “iya ada apa dek, cari siapa?” saya menjawab, bahwa mencari bu Tuti Elfita anggota DPRD provinsi Banten untuk mewawancarai beliau, dalam memenuhi mata kuliah indepth reporting. Ternyata ibu yang berhadapan saya sejak awal ini adalah Beliau lah, Ibu Tuti anggota DPRD dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

1479784071661_ink_li

Halaman depan rumah Tuti Elfita

Dengan sikapnya yang ramah, ia langsung menanyakan kembali maksud dan tujuan kedatangan saya. Saya pun menjelaskan dan langsung memulai obrolan yang sekalian tujuan wawancara. Keadaan rumah yang sepi, membuat suasana terasa sunyi karena hanya saya dan beliau pada saat itu.

Selain menjadi Dewan Perwakilan Rakyat, Perempuan dengan kelahiran Bukit Tinggi 12 November 1967 ini mempunyai kegiatan lain di rumah yaitu, sebagai guru mengaji kepada ibu-ibu sekitar. Beliau juga sebagai pengurus di Partai Keadilan Sejahtera, ketika saya menanyakan mengapa ibu tidak mendirikan sebuah usaha, menurutnya iya tidak ahli dan mempunyai waktu yang banyak untuk mendirikan usaha. Beliau menganggap dengan kegiatan beliau sekarang saja waktu beliau sudah terkuras banyak.

Lalu menurutnya, ia sebagai dewan perwakilan rakyat tidak mempunyai selip yang bernama “gaji”, melainkan uang representasi. Uang representasi pun mempunyai beberapa aturan yaitu dengan sebesar 75% dari uang representasi ketua DPRD Provinsi. Selain uang representasi menurut beliau juga dapat uang tunjangan lainnya, seperti uang tunjangan rumah.

Ibu Tuti Elfita ini sudah menjabat 2 kali dalam periode 2009 – 2014 dan 2014 – 2019 dalam fraksi PKS, saya pikir suami beliau juga mempunyai jabatan sama yang setidaknya pegawai negeri. Teryata suami beliau merupakan pegawai swasta yang berkerja di Garuda di bidang perawatan pesawat.

Hari semakin gelap, suara perumahan pun semakin sunyi hanya suara jangkrik yang sesekali terbunyi. Saya melihat wajah dari bu Tuti pun sudah cukup lelah, maka saya berniat untuk mengakhiri wawancara pada hari itu. Saya pun berpamitan pulang kepada Beliau dan kepada suami beliau yang sedang memainkan laptop di ruang lainnya.

Menjadi anggota DPRD seharusnya mengumpulkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara). Akan tetapi, ada saja anggota DPRD yang belum mengumpulkannya. Saya pernah mengunjungi kantor DPRD Banten yang berada di kota Serang. Saat saya datang ke sana, saya tidak langsung diberikan data LHKPN anggota DPRD. Melainkan, saya seperti dipersulit oleh pihak sana. Saya dioper terus menerus. Sampai akhirnya, saya mendapat ujung dari pencaharian saya. Yaitu dari bidang keuangan, Beliau berkata apabila ingin mengetahui data LHKPN datang saja langsung ke kantor KPK yang berada di Jakarta. Mereka juga tidak memiliki arsip sekalipun.

Lalu saya datang ke kantor KPK. Di sana dari pihak KPK menjelaskan, jika di web KPK (kpk.org.id) tidak terdaftar nama anggota DPRD maka orang tersebut belum mengumpulkan data yang lengkap. Hanya data lengkap saja yang baru bisa masuk ke web KPK. Ketika saya mengecek nama Ibu Tuti, nama Beliau tidak ada. Itu berarti, Beliau belum menyerahkan datanya dengan lengkap.

Ditulis oleh: Shela (14140110483)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s